Blog EntryBAGAIMANA MENJADI HAFIDZ QUR'AN?Jul 13, '08 11:41 AM
for everyone

BAGAIMANA MENJADI HAFIDZ QUR’AN?

(bagian 1)

 

Seringkali saya ditanya, ”Kang, Bagaimana sih supaya jadi Hafidz?”. atau “Bagaimana sih cara menghafal Qur’an?”. Dari sini terpikir bahwa, rasanya saya perlu menulis mengenai hal tersebut. Daripada saya jawab satu-satu, mendingan saya jawab secara berjamaah dalam tulisan ini, betul tidak? Mudah-mudahan ada manfaatnya buat yang bertanya dan juga buat yang mau tau.

 

Oya, tulisan ini tidak hanya bersumber dari pengalaman pribadi tapi juga dari pengalaman orang lain.

 

Bagaimana menjadi Hafidz Qur’an? Sebenarnya langkahnya sederhana saja. Ada beberapa langkah yang perlu diperhatikan. Langkah Pertama: membangun kecintaan terhadap Al Qur’an.

 

Bila kecintaan terhadap Al Qur’an sudah dimiliki, insya Allah menjadi hafidz Qur’an bukan lagi angan-angan. Percaya atau tidak, silahkan membuktikannya sendiri! Namun bila kecintaan terhadap Al Qur’an belum dimiliki, proses menuju hafidz Qur’an akan jadi terhambat, terseok-seok atau bahkan berhenti ditengah jalan.

 

 

Kenapa demikian? Karena memang rasa cinta terhadap sesuatu itu merupakan energi motivasi yang paling dahsyat. Dengan cinta seorang akan mau berlama-lama dengan Al Qur’an. Dengan cinta pula seorang penghafal Qur’an akan rela mengorbankan waktunya untuk berinteraksi dengannya. Bahkan bagi orang yang sudah cinta berat sama Al Qur’an, tidak ketemu Al Qur’an satu hari saja menjadi masalah baginya. Rasanya ada yang kurang, seperti ada yang hilang, hati menjadi resah, gelisah, marah-marah, bahkan bisa sakit parahh!

 

Karenanya, untuk sukses menjadi hafidz Qur’an kita perlu menumbuhkan rasa cinta terhadap Al Qur’an. Masalahnya, bagaimana caranya agar kita mencintai Al Qur’an? Seorang akan mencintai sesuatu manakala yang bersangkutan mengetahui manfaat dari sesuatu itu.

 

Karenanya, kita perlu mengetahui manfaat Al Qur’an dalam hidup dan kehidupan ini. Atau istilahnya kita perlu tau fadhilah-fadhilah (keutamaan-keutamaan) Al Qur’an. Baik keutamaan di dunia maupun di akhirat kelak.

 

Pembaca yang budiman,

Banyak dalil, baik Al Qur’an maupun hadits, yang menjelaskan mengenai keutamaan-keutamaan Al Qur’an. Misalnya, ”Sebaik-baik kalian adalah yang belajar dan mengajarkan Al Qur’an” (HR Bukhari). Pembaca bisa membatu saya mencarikan dalil-dalil lainnya.

 

Bagi saya, Al Qur’an merupakan penyejuk hati. Tatkala hati ini sedang gelisah atau sedih maka Al Qur’an seolah-olah menjadi air sejuk yang menyirami tanah yang gersang. Begitu sejuk dan begitu nikmatnya. Didalamnya kita akan menemukan petunjuk/’ibrah/hikmah/prinsip untuk mengambil keputusan dalam menjalani kehidupan.

 

Pembaca yang budiman,

Sebaliknya, orang akan mencintai/termotivasi untuk melakukan sesuatu manakala seseorang tersebut mengetahui akan akibat negatif bila tidak melakukan sesuatu tersebut. Mengenai hal ini ada juga dalil-dalil yang menjelaskannya. Pembaca juga bisa membatu saya mencarikannya.

 

Pendek kata, salah satu cara untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Al Qur’an adalah dengan mengetahui manfaat (efek positif) dari berinteraksi dengannya (termasuk menghafalnya) dan mudharat (efek negatif) bila meninggalkannya.

 

Nah, pembaca yang budiman,

Sekarang ambil secarik kertas, kemudian beri garis ditengahnya. Disebelah kiri garis, isikan manfaat yang akan didapat dari menghafal Qur’an. Sedangkan disebelah kanan garis, silahkan isi dengan dampak buruk (mudharat) yang terjadi jika tidak menghafal Al Qur’an. Setelah selesai ditulis semuanya, tempel kertas tersebut ditempat yang mudah terlihat. Agar kita selalu mengingat-ingatnya. Aksi ini akan membantu kita untuk semakin mencintai Al Qur’an.

 

Oya, selain itu juga yang tidak boleh dilupakan adalah Do’a. Mintalah kepada Allah agar Dia menyemaikan benih-benih cinta di hati kita agar mencintai Al Qur’an. Mintalah kepada-Nya setiap hari. Mintalah dengan sungguh-sungguh dan penuh harap.

 

Sungguh menarik pernyataan dari seorang Ustadz, kata beliau, ”Banyak orang yang merengek-rengek kepada Allah agar Allah memberikan harta, suami/istri yang shalih/ah, jabatan dst. Namun sedikit orang yang merengek-rengek kepada Allah agar Allah memberikan kecintaan dengan Al Qur’an”

 

Sobat pembaca yang budiman,

Memang kita perlu argumenati kuat untuk menjawab pertanyaan, ”Mengapa harus menghafal Al Qur’an?” Sebenarnya tulisan diatas adalah jawaban dari pertanyaan tersebut.

 

Wallaahua’lam.



22 CommentsChronological   Reverse   Threaded
danangap7 wrote on Jul 14, '08
Waaaahhhh subhnallah ustadz!
Akhirnya... tulisannya menjadi hikmah dan pelajaran yang luar biasa bagi pembaca. Wah meski belon terlambat... paling enggak ada yang bisa hapalin nih!
TFS ustadz!
padanghijau wrote on Jul 14, '08
sy termasuk yg masih susaaaah sekali menghafal quran. Smoga semangat ini bukan hanya angan-angan. amiin. Smoga alquran bukan hanya penyejuk hati, tapi dia adalah pedoman hidup
phytow wrote on Jul 14, '08
semangat!!!
kangkhalifah wrote on Jul 14, '08
Wah meski belon terlambat... paling enggak ada yang bisa hapalin nih!
betul Akh, ga ada istilah terlambat buat menghafal Qur'an. banyak kok orang2 yang sukses menghafal Qur'an padahal baru dimulai pada usia2 tua..
kangkhalifah wrote on Jul 14, '08
sy termasuk yg masih susaaaah sekali menghafal quran.
prinsipnya menghafal Qur'an itu mudah. Soalnya Allah sudah janji. Apakah Allah pernah ingkar janji?

Allah telah memberikan janji: Bahwa Al Qur'an itu mudah dipelajari, termasuk dihafal. silahkan lihat surat Al Qamar(54). Allah mengulangi janjinya sampai empat kali coba! dahsyat!!
kangkhalifah wrote on Jul 14, '08
phytow said
semangat!!!
kalau sudah semangat, Action!!!
dtpoetri11 wrote on Jul 15, '08
subhanallah, membangun kecintaan terhadap Al Qur’an ^_^
insyaAllah, TFS ustadz
kangkhalifah wrote on Jul 15, '08
TFS ustadz
TFS apaan sih..?
dtpoetri11 wrote on Jul 15, '08
TFS = Thanks For Sharing .....ustadz :D
kangkhalifah wrote on Jul 15, '08
oo, TFS juga..
niesbudh wrote on Jul 20, '08
Subhanallah...
Alhamdulillah, setelah membaca tulisan kakak (yg juga nasehat dahsyat) nisa jadi lebih termotivasi.
Semangat!
Action!
Alhamdulillah sudah mulai program tahfiz lagi...
Semoga bisa lebih baik dari sebelumnya.
Jazk ya kakak...
aasyam wrote on Aug 4, '08
Luar Biaza....
Ditengah Zaman yang semakin panas ini, Jarang ditemukan pemuda yang mencintai, menghafal dan mengamalkan alquran.
Semoga Bisa Menjadi Inspirasi dan "lecutan" untuk smakin giat belajar dan beramal

kangkhalifah wrote on Aug 4, '08
Alhamdulillah sudah mulai program tahfiz lagi...
Alhamdulillah..
kalau mau sukses tahfidznya, kuncinya Istiqamah..
kangkhalifah wrote on Aug 4, '08
aasyam said
Ditengah Zaman yang semakin panas ini, Jarang ditemukan pemuda yang mencintai, menghafal dan mengamalkan alquran.
memang, hal ini sudah diisyaratkan dalam Al Qur'an. dalam surat Al Furqan ayat 30:

Berkata Rasul: "Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Qur'an ini suatu yang tidak diacuhkan"

semoga kita tidak termasuk orang yang tidak mengacuhkan Al Qur'an. dan salah satu bentuk Acuh terhadap Al Qur'an adalah Hifdzul Qur'an, menghafal Qur'an.
semangat yok!!
syifaelmuzeed wrote on Sep 17, '08
kalo lingkungan g terlalu ngedukung, tips ampuh 'yar tetep istiqomah paan aj ?
niesbudh wrote on Sep 17, '08
Ya Allah...rahmatilah kami dengan Qur'an...
niesbudh wrote on Sep 28, '08
Istiqamah...

Setuju!!!
*mohon doanya*
yudi321 wrote on Nov 2, '08
mau Hafal Al Qur'an Dalam Sebulan?
http://islamarket.co.cc
Azmi Yudianto
0856 4117 4798
janganpilihsaya wrote on Jun 29, '09
Terima kasih tulisannya membantu bagi orang2 yang ingin hafidz qur'an.
nas61 wrote on Oct 15, '09
apabila sudah mencintai Al Quran maka wajib pula beramal dengannya, setiap perintah Allah dipatuhi (mengajak sekali orang lain) dan setiap laranganNya dijauhi dan ditegahi (orang lain).
kangkhalifah wrote on Oct 15, '09
Terima kasih tulisannya membantu bagi orang2 yang ingin hafidz qur'an.
sama-sama Pak Nasir,...
kangkhalifah wrote on Oct 15, '09
nas61 said
setiap perintah Allah dipatuhi (mengajak sekali orang lain) dan setiap laranganNya dijauhi dan ditegahi
Pak Nasir dari Malaysia ni?
salam silaturahim dari Indonesia...
Add a Comment